Jagalah Lisanmu, Muliakanlah Dirimu !!!


Karena lidah memang tak bertulang, maka kita harus secara ekstra menjaganya. Harga diri kita sangat ditentukan dari bagaimana kita mengendalikan lisan kita, sampai-sampai orang Jawa mengatakan, “Ajining diri gumantung ono ing lathi”, atau harga diri tergantung dari lisan.

Jagalah Lisanmu, Muliakanlah Dirimu!!!

Benarlah demikian. Apa yang keluar dari lisan seseorang adalah cermin diri yang paling mewakili siapa dan bagaimana pribadi seseorang tersebut. Orang yang sembarangan mengumbar lisannya adalah “orang sembarangan” pula, sedangkan orang yang tidak sembarangan dalam mempergunakanlisannya, atau orang yang benar-benar bias menjaga lisannya, adalah “bukan orang sembarangan” pula.

Karena itu, untuk menjaga muru’ah kita, ada beberapa perkara yang harus dijaga ketika hendak bicara;

 

Hanya bicara tentang yang beik, atau jika tidak lebih baik diam. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata yang baik atau diam”. (Muttafaq’alaih)

 

Menjauhkan diri dari pembicaraan yang bercampur dengan kebatilan. Abdullah bin Mas’ud ra berkata. “Kesalahan manusia yang paling besar pada hari kiamat nanti adalah yang paling banyak campur baurnya kebatilan”.

 

Jangan suka berdebat, meski dalam posisi benar Rasulullah SAW bersabda, “Saya menjamin sebuah rumah di dalam surga yang meninggalkan pertentangan walaupun dalam kondisi benar”. (HR. Abu Dawud)

 

Tidak boleh berlebih-lebihan dlam berbicara. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari kiamat adalah para penceloteh, orang yang banyak berbicara dengan sombong”. (HR. At-Tirmidzi)

Menjadi pendengar yang baik tatkala ada orang yang berbicara serta tidak memotong pembicaraan orang lain, serta tidak meremehkan dan tidak memalingkan pandangandarinya.

 

Dilarang keras ghibah. Allah SWT berfirman, “Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”.(QS. Al-Hujurat:12)

 

Jauhi sifat namimah, yaitu menyebarkan perkataan di antara manusia dengan tujuan merusak. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga para penyebar fitnah”.(HR. Muslim)

 

Sekali lagi, karena lidah tak bertulang, kita harus pandai menjaganya! Atau jika tidak, kita bias menjadi pribadi yang benar-benar hina dan jatuh dalam pandangan manusia. Wallahu a’lam.

 

One thought on “Jagalah Lisanmu, Muliakanlah Dirimu !!!

  1. Wuih… postingnya bagus2 neeh… Nulis ndiri ato CP (Copy-Paste)? :-)
    Salam kenal sebelumnya… Eh, kirain neeh blog punya Intan temen aku yg di Sumatera, tak tahunya Intan yg laen…. Hehehe

    Majulah blogger Indonesia, kembangkan bakatmu!!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s