Membuat Hidup Lebih Mudah


Ibarat musafir, kemanapun kita berjalan di muka bumi ini, fakta-fakta tentang keagungan Allah bertebaran di seluruh penjurunya sebagai penunjuk jalan. Dan karena hidup seperti berada di dalam belantara masalah tanpa usai, kita dalam situasi yang membahayakan jika tak mampu menemukan arah keluar. Sebab kita telah tersesat!

Hidup kita dengan berjuta-juta masalahnya memang tidak mudah dijalani. Meski jika tahu rahasianya, ia tidaklah serumit yang kita kira. Menghadapinya malah bisa menjadi perjalanan penuh tantangan yang mengasyikkan dan mendewasakan kita. Di samping semua masalah kehidupan adalah sebuah keniscayaan, yang suka tidak suka harus dihadapi, Allah pun tidak akan membebankannya di luar batas kesanggupan kita. Lagipula, dalam semua itulah ‘nilai’ kita sebagai hamba dan bekal kepulangan sedang dipertaruhkan.

Rahasianya adalah bagaimana kita memilih cara penyelesaian dan kepercayaan akan kemampuan diri dalam menghadapinya. Kedua-duanya harus ada, tepat, dan seimbang.Kehilangan salah satunya, apalagi kedua-duanya sekaligus, hanya akan membuat masalah hidup menjadi semakin berat dan rumit. Menihilkan hasil, memunculkan masalah baru, atau bahkan membuat bingung karena putus asa.
Memasrahkan diri kepada Allah dengan berjalan menyusuri jalan yang telah dipilihkan-Nya adalah cara penyelesaian terbaik dan satu-satunya. Seluruh jalan yang lain, meski sangat mirip dan berselisih beberapa derajat saja, akan membawa kita semakin jauh dari jalan yang lurus. Suatu saat kita akan tercengang melihat hasil akhirnya yang ternyata sangat berbeda dengan apa yang kita harapkan.
Sedang kepercayaan akan kemampuan diri menjadi penting sebab pilihan kebenaran tidak selalu ramai dan penuh dukungan. Seringkali ia justru sepi dan sunyi, hingga kadang membuat ragu dan merasa telah keliru memilih arah dan petunjuk. Juga luka-luka di jalan terpal berdebu yang seringkali menyakitkan, membuat kita nyaris putus asa dan ingin berbalik arah.

Sedang keseimbangannya muncul saat kita menyadari bahwa tantangan dan tuntutan pada masing-masing zaman selalu berubah. Hingga titik keseimbangannya pun harus selalu mengalami tarik ulur sesuai tuntuntannya. Kita harus cerdas mengindentifikasi, menyusun strategi, dan mengaplikasinkan pilihan-pilihan itu agar tida berat sebelah.

Kenapa Hidup Terasa Sulit?
Berpalingnya kita dari Allah telah menyebabkan terputusnya sebab pertolongan asasi. Tidak ada lagi tempat bergantung karena tanagn kita terputus dari jalan-jalan langit. Tidak ada lagi tempat berpijak karena bumi tenggelam menjauh dari kaki-kaki kita. Kita melayang di udara dalam bimbang dan gamang.
Berpaling dari Allah dan tidak mau menyerahkan hidup kepada-Nya, membuat kita harus mencari solusi masalah dan memecahkan misteri kehidupan sendirian. Sedang ilmu dan kemampuan kita takkan pernah mampu menemukan jalan keluarnya. Pada saat itulah hidup terasa berat dan sulit karena kita harus sendirian menghadapi hidup. Allah telah menyerahkan kesulitan hidup ini karena kita telah berpaling dari-Nya, tidak memercayai pilihan-pilihan yang telah disediakan-Nya.

Begitu menderitanya hidup, hingga masalah-masalah yang sebenarnya mudah dan sepele menjadi berat dan rumit. Kesombongan kita ini akhirnya membuahkan kepedihan, penderitaan jiwa, dan kematian sia-sia. Kita frustasi dan binasa di lembah sunyi.

Kita harus percaya bahwa ketergantungan manusia kepada selain Allah hanya akan mendatangkan madharat baginya. Sekecil apapun ketergantungan itu.

Sebaik-baik Penolong
Allah adalah sebaik-baik tempat memohon perlindungan, juga tempat menyandarkan semua beban hidup, ringan dan beratnya. Dia adalah back up terbaik yang akan mengecilkan semua hambatan dan tantangan, memudahkan semua kesulita, meringankan semua beban, dan memberi jalan di tengah kebuntuan. Bersama Allah, perbendaharaan semua kunci soal-soal hidup telah kita pegang. Seringkali bahkan kita temui dari arah penjuru yang tak terduga. Fenomena keajaiban iman yang menyisakan kesyukuran dan ketundukkan. Janji-Nya benar, sumpah-Nya pasti. Dia tidak mungkin meninggalkan para hamba yang memercayai firman-firman-Nya. Karena Dia memang ada dan sedang bekerja.
Dia tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya berjalan sendirian. Dia akan selalu memberi jalan keluar di setiap kesulitan kita, asal kita pasrah dan percaya kuasa-Nya. Bahkan saat seluruh penghuni langit yang tujuh lapis beserta seluruh penghuni bumi yang serupa dengannya bersengkongkol untuk mencelakai kita., kita harus yakin bahwa mereka tidak akan pernah bisa melakukannya jika Allah tidak mengizinkan.
Kita juga harus percaya bahwa Allah Mahakaya. Dia memiliki semua yang kita butuhkan. Dia akan memberikan bahkan sebelum kita meminta atau berfikiruntuk memintanya. Dia telah mengabulkan keinginan-keinginan kita bahkan meski kita tidak melantunkan doa permintaan. Dia lebih tahu apa yang kita butuhkan melebihi pengetahuan kita jauh di luar apa yang sanggup kita jangkau dengan akal. Begitu pemurahnya Allah, hingga kita takkan pernag mampu menghitung semua nikmay-Nya.

Perbandingan Tak Seimbang
Maka, jika kepasrahan ini mengantarkan kita pada berbagai cobaan, kefakiran, dan penderitaan, ia tetap akan melahirkan cinta dan tawakal. Sebab Allah tidak mungkin salah dan pasrah kepada-Nya tidak mungkin keliru. Bisa jadi kita justru akan bertemu dengan kenikmatan lain berwujud menghiba dan bermunajat di haribaan-Nya. Kita ber-inabah kepada Allah untuk mengusir kesombongan dan mengakui kekerdilan dan keterbatasan. Pada saat itulah kita tersadar bahwa kenikmatan ini terasa jauh lebih indah dan syahdu. Hinggan semua hal yang awalnya kita sangka penderitaan menjadi tidak seimbang dangan nikmatnya penghambaan. Sungguh, ia bukanlah perbandingan yang seimbang. Tapi tentu saja, tidak banyak manusi yang memahami hal itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s