Aku Bukanlah Teman Yang Baik Bagimu


Ketika semuanya harus berakhir saat ini juga
Ketika ku harus memilih diantaranya
Sulit bagiku untuk memilih
Wahai temanku ku korbankan dirimu
Betapa bodohnya diriku
Ketika keegoisanku datang
Ingin rasanya ku perbaiki semua
Namun………
Ku tak mampu memperbaiki ini semua
Ku hanyalah boneka yang dikendalikan
Oleh seseorang
Melalui benang abstrak yang tak nampak
Kenapa aku menjadi boneka???
Kenapa aku yang harus memainkan peran ini
Mengapa orang itu memilih aku
Aku tak dapat bergerak tanpa…..
Satu gerakan dari orang itu
Mengapa aku seperti ini???
Mengapa…….???
Aku tak berdaya …..
Tak berdaya menghadapi ini semua
Lupakanlah aku wahai temanku
Aku tak pantas menjadi temanmu
Aku terlalu banyak menyakitimu
Aku tak mau melihat kau bersedih
Di depan mataku kau menangis
Kau hanya mampu diam tanpa suara
Aku tahu saat ini kau pasti sakit
Namun kau terlihat tegar di depanku
Pergilah ……. pergilah ……. wahai temanku
Pergilah jauh dariku
Aku memang tak pantas menjadi temanmu
Maafkan atas semua kesalahanku
Maaafkan atas semua kebodohanku
Aku hanya bisa diam melihat kau disana
Terpuruk dalam kesedihanku
Tanpa tahu seperti apa kabarmu saat ini
Ku hanya bisa melihatmu dari jauh
Wahai temanku
Maafkan aku tak mampu menjadi temanmu
Kembali …..
Maaf aku harus memilih jalan yang ini
Jalan yang salah bagiku
Ku tahu jalan ini jalan yang salah
Namun …..
Ku tak dapat kembali lagi
Ku sudah terjerat masuk jaring laba-labanya ke dalam
Ku bagai boneka yang telah terpasang tali
Yang siap menampilkan sebagai peran apa
Hari ini ….. Anggap aku tak ada bagimu
Maaf tali silaturrahim diantara kita
Kuputuskan sampai disini
Akulah yang memutuskannya???
Aku tak sanggup lagi melihatmu terluka
Melihat siapa yang menggerakkanku
Bintang harapan yang selau kujaga
Aku ingin menjadi temanmu kembali
Namun pabila aku kenang kisah tagisku
Saat ini
Ku hanya bisa melihat kau jauh disana
Ku mampu melihatmu bahagia
Bersama dengan teman-teman
Yang lebih baik dariku
Ku hanya bisa menangis sendiri disini
Namun kebahagianmu adalah kebahagiaanku
Seuntai melodi untuk temanku yang kusayangi
Lupakan aku …..
Kembali padanya ….
Aku bukan siapa-siapa untukmu …..
Seuntai melodi untuk temanku yang menjadikan ku boneka
Mengapa selalu aku yang mengalah …..
Tak pernah kah kau berfikir
Sedikit tentang hatiku
Mengapa selalu aku yang mengalah ….
Pantaskah hatiku masih bisa bersamamu.
Tanpa peduli sakitnya aku …..
Semoga tuhan membalas semua yang terjadi
Kepadaku …. suatu saat nanti …..
Hingga kau sadari sesungguhnya hanya
Aku yang merasa tersakiti bersamamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s